Dari Mana Sih Bisa Dapat Endorse? Cerita & Tips dari Pengalaman Pribadi
“Bisa dapat endorse dari mana sih?” pertanyaan ini sering banget mampir di DM-ku. Padahal jawabannya gak sesederhana “nunggu brand nge-DM.” ๐ Jujur aja, dulu aku juga mikir influencer itu cuma yang “ditawarin langsung” sama brand. Tapi ternyata, ada banyak pintu rezeki digital kalau kita mau buka mata dan aktif cari peluang.
๐ Dari Tawaran Langsung di DM
Ini yang paling klasik. Biasanya brand akan menghubungi langsung lewat DM atau email kalau mereka merasa konten kita cocok dengan karakter brand mereka.
Kuncinya:
- Konsisten bikin konten yang relevan
- Bangun persona yang autentik
- Jangan takut menampilkan sisi personalmu, karena brand nyari real human connection, bukan sekadar angka
๐ฑ Dari Aplikasi Influencer Platform
Selain DM, aku juga sering dapat kerja sama lewat berbagai aplikasi influencer seperti:
- AnyCreator
- Partipost
- PopStar
Platform-platform ini jadi jembatan antara kreator dan brand. Biasanya kita tinggal daftar, lengkapi profil, lalu apply ke campaign yang sesuai dengan niche dan value kita. Tipsnya: pilih campaign yang memang kamu suka, biar kontennya tetap natural dan gak “maksa jualan”.
๐ค Dari Komunitas
Nah, ini salah satu power source terbesar menurutku, komunitas. Aku sendiri tergabung (dan kadang juga diajak project bareng) lewat beberapa komunitas seperti:
- Lombok Influencer
- ACommunity
- Grow and Learn Pal (@GALPAL.id)
Yang terakhir ini punya cerita khusus di hatiku ❤️
๐ฟ Tentang GALPAL Komunitas yang Aku Dirikan Sejak Pandemi
Tahun 2021, saat pandemi melanda, banyak teman-teman (terutama perempuan) yang kehilangan pekerjaan. Saat itu aku mikir, “Kalau kita gak bisa keluar rumah, gimana caranya kita tetep bisa berdaya?”
Dari situ lahirlah GALPAL (Grow and Learn Pal), komunitas perempuan yang fokus pada literasi digital, kolaborasi, dan pemberdayaan lewat media sosial. Kita belajar bareng gimana cara membangun personal branding, menulis, bikin konten, sampai mengenal peluang kerja digital seperti content creator dan influencer.
Banyak member yang awalnya gak tau dunia digital, sekarang udah bisa punya penghasilan sendiri dari sini.
⚖️ Kesenjangan Gender dan Literasi Digital
Kenapa aku fokus ke perempuan?
Karena kenyataannya, saat pandemi dulu, perempuan jadi kelompok paling terdampak layoff. Banyak yang kehilangan penghasilan, tapi tetap punya tanggungjawab di rumah. Di sinilah pentingnya literasi digital. Lewat dunia online, perempuan bisa tetap produktif, berjejaring, bahkan berpenghasilan, tanpa harus meninggalkan perannya di rumah.
Jadi buat kamu yang lagi mulai perjalanan sebagai content creator atau influencer, jangan takut mulai dari komunitas kecil atau platform gratis. Kadang, dari sana justru datang peluang besar yang gak kamu duga. ๐ธ
✨ Endorse Bukan Soal Terkenal
Endorse bukan cuma soal siapa yang paling terkenal, tapi siapa yang paling bisa dipercaya dan punya value yang jelas. Mulailah dari hal yang kamu sukai, bangun relasi, terus belajar, dan jangan ragu bergabung dengan komunitas yang bisa saling dukung. Siapa tau, project impianmu datang dari situ juga ๐
Comments
Post a Comment